Wisata di Sekitar Taman Nasional Lore Lindu

1. Permandian Air Panas Bora

                                               Permandian Air Panas Bora

Lokasi

Pemandian Air Panas Bora masuk di wilayah Resort Sibalaya, Seksi PTN Wilayah IV Bora, Bidang PTN Wilayah II Makmur tepatnya di Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Koordinat lokasi berada  -1.054525°; 119.938899° dan luas lokasi  ± 2 ha.

Gambaran Umum

Pemandian air panas Bora adalah salah satu obyek wisata yang ada di sekitar Taman Nasional Lore Lindu. Pemandian air panas Bora dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi. Pengunjung dapat mandi air panas dimana disediakan kolam terpisah antara pengunjung pria dan wanita. Pengunjung juga akan disuguhi pemandangan indah dengan background pegunungan.

 Aksesibilitas

Jarak dari Kota Palu ke Desa Bora ± 20 km dapat diakses menggunakan kendaraan roda 2 dan 4. Karena keterbatasan jumlah transportasi umum, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau rental dari Palu menuju desa Karunia.

Akomodasi

Cottage (tempat menginap)

 Aktifitas

Mandi air panas, pertemuan/gathering.

 Fasilitas

Kolam pemandian, kamar mandi ganti, aula pertemuan, sauna, panggung kesenian.

 Tiket

-Tiket masuk Rp. 6.000

-Cottage Rp. 350.000 dan 450.000

-Aula Pertemuan Rp. 800.000

(Sumber: https://storymaps.arcgis.com/stories/908317f8816540109c2cbfc5931034ec#n-FWbKnA )

2. Bumi Perkemahan Saluki


                                                      Bumi Perkemahan Saluki

Lokasi Bumi perkemahan Saluki berada di bawah Resort Simoro, Seksi PTN Wilayah I Mataue, Bidang PTNW I Saluki terletak secara administratif di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi. Koordinat lokasi 1°18'12,91" S ; 119°56'58,33" E.

Gambaran Umum

Camping Ground/ Bumi Perkemahan Saluki terletak di Desa Tuva (dibelakang kantor Bidang), merupakan sarana kegiatan Bina Cinta Alam. Lokasi ini dipenuhi hamparan rerumputan yang hijau dengan pepohon leda dan kayu hitam yang berbaris rapi yang menambah keasrian.

Aksesibilitas

Aksesibilitas dapat ditempuh dengan berjalan kaki, kendaraan roda dua dan roda empat dengan jarak ± 200 m.

Akomodasi

Tempat berkemah dengan luas ± 2 ha.

Aktifitas

Kegiatan Perkemahan dan Pengenalan Jenis Pohon

Fasilitas

Toilet dan Tempat Ganti Baju

Tiket

Pada lokasi Camping Ground Saluki tidak dipungut tiket (gratis)

3. Bukit Mpoleda


Bukit Mpoleda

Lokasi Bukit Mpoleda masuk di wilayah Resort Sedoa, Seksi PTN Wilayah VI Wuasa, Bidang PTN Wilayah III Poso tepatnya di Desa Wanga, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso. Koordinat lokasi berada di 1°29'38,40" S ; 120°19'18,11" E. memiliki luas lokasi  ± 3 ha.

Gambaran Umum Nama objek wisata ini diambil dari nama patung megalitikum Mpolenda yang merupakan perwujudan dari Raja Mpolenda/Kabo yang tidak terkalahkan dan dikutuk menjadi batu. Objek wisata ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat Desa Wanga dan diresmikan oleh Bupati Poso pada tanggal 7 Februari 2019. Panorama keindahan savana Lembah Napu merupakan salah satu daya tarik utama objek wisata utama ini.

Aksesibilitas Jarak dari Palu ke desa Wanga ± 81 km dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Jalan kendaraan roda empat sepanjang 500 m. Karena minimnya transportasi umum, pengunjung disarankan menggunakan transportasi pribadi atau rental.

Akomodasi Penginapan lokal di Desa Wuasa (Nasional, Sendy, Monalisa, Yahliya) dan peluang homestay dibeberapa rumah warga setempat.

Aktifitas Outbound, camping, meeting.

 Fasilitas - 1 bangunan Patung Raja Kabo dan Permasuri Mpolite. - 4 bangunan pertemuan/serbaguna. - 1 bangunan MCK. - lahan parkir ataupun aktivitas luar ruangan lainnya seperti berkemah.

Tiket Tiket perorangan belum diatur namun untuk biaya gelaran acara umum pengunjung bisa menghubungi Pemerintah Desa Wanga.


4. Situs Megalith Tadulako



Situs Megalith Tadulako

Lokasi Situs Tadulako  masuk di wilayah Resort Doda, Seksi PTN Wilayah IV Wuasa, Bidang PTN Wilayah III Poso tepatnya di Desa Bariri, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso. Koordinat lokasi berada pada 1°42'39,60" S ; 120°15'16,92" E. Luas lokasi  ± 2 ha

Gambaran Umum

Situs megalith Tadulako merupakan situs megalitikum tertua di Lemba Besoa berada di luar Kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Situs Tadulako berbentuk patung dengan posisi menghadap ke barat. Di Kawasan Megalith Tadulako kita akan menjumpai bangunan rumah adat peninggalan suku asli Lore yaitu Tambi dan Buho. Rumah Tambi adalah rumah tinggal, memiliki anak tangga berjumlah lima buah, pada pintunya terdapat patahan kepala kerbau sedangkan Buho berfungsi sebagai lumbung atau tempat penyimpanan padi. Selain itu, di Kawasan megalith Tadulako juga mempunyai beberapa arca dan Kalamba berukuran besar. Di lokasi situs memiliki pemandangan alam yang indah karena berada diatas bukit.

Aksesibilitas

Jarak dari Kota Palu ke Desa Bariri sejauh ±  111 km dapat diakses menggunakan kendaraan roda 2 dan 4. Karena keterbatasan jumlah transportasi umum, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau rental dari Palu menuju desa Bariri. Jarak tempuh situs Tadulako dari jalan utama ±500 m, bisa dilalui dengan kendaraan bermotor maupun berjalan kaki. Kondisi jalan menuju situs megalith Tadulako belum beraspal.

Akomodasi

Untuk mengunjungi lokasi situs bisa menginap di Penginapan Berkat yang ada di Desa Doda.

Aktifitas

Kegiatan yang bisa dilakukan di situs tersebut adalah berfoto dan kegiatan berkemah

Fasilitas

Spot selfie dan jalan tracking

Tiket

Di lokasi ini tidak dipungut tiket (gratis)

5. Danau Tambing/Rano Kalimpa'a


Danau Tambing/Rano Kalimpa'a

Lokasi Danau Tambing atau masyarakat setempat menyebutnya Rano Kalimpa’a masuk dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu dalam wilayah Resort Tongoa, Seksi PTN Wilayah III Tongoa, Bidang PTN Wilayah II Makmur. Secara administratif terletak di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso. Luas telaga ± 5 Ha dan luas lokasi Rano Kalimpa’a ± 12,5 Ha. Koordinat Rano Kalimpa’a yaitu Long: -1.326694, Lat: 120.307939.

Gambaran Umum

Rano Kalimpa’a atau yang biasa dikenal dengan Danau Tambing oleh wisatawan lokal merupakan salah satu obyek wisata alam di kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) yang cukup populer di Kota Palu dan sekitarnya. Rano Kalimpa’a berada pada ketinggian 1.650 mdpl. Memiliki daya Tarik alami berupa panorama alam yang indah, suhu udara yang dingin dan sejuk serta keragaman flora dan fauna. Daya tampung (Carrying capacity) obyek wisata tersebut adalah 500-600 pengunjung/hari.

Aksesibilitas

Jarak Rano Kalimpa’a dari Kota Palu ± 80 Km dapat diakses menggunakan kendaraan roda 2 dan 4 dan dapat ditempuh dalam waktu ± 2 jam. Karena keterbatasan kendaraan umum, pengunjung disarankan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan rental.

Akomodasi

Tersedia Camping ground di lokasi Rano Kalimpa’a dan tersedia jasa penyewaan tenda dan peralatan camping,

Aktifitas

Beberapa aktifitas yang terdapat di Danau Tambing di antaranya:

1. Pengamatan Burung (Bird Watching)

Setidaknya terdapat 56 jenis burung yang telah didokumentasikan di Danau Tambing. Terdapat satu jenis burung paling langka yaitu Kancilan buah (Hylocitrea bonensis) karena satu family hanya terdiri dari satu jenis dan hanya terdapat di lokasi ini, Itik benjut (Anas gibberifons), Sikatan dahi biru (Cyornis hoeveli), dan lainnya. Pada waktu-waktu tertentu sering terlihat kawasan Itik penyok berenang di pinggir telaga.

2. Berkemah (Camping)

Rano Kalimpa’a adalah lokasi yang tepat untuk menghabiskan waktu menikmati keindahan alam. Udaranya yang dingin dan sejuk mendukung aktifitas berkemah /camping.

3. Tracking

Terdapat beberapa pilihan lokasi treking dan hiking. Jalur treking Danau Tambing mempunyai pajang lintasan sejauh 2,5 km dengan waktu tempuh 1,5 jam. Terdapat 7 jembatan kayu dan 4 stepping stone di jalur treking. Kondisi jalur relatif datar dengan view hutan dan Danau Tambing.  

4. Pendidikan Lingkungan

Selain berbagai jenis burung terdapat beberapa satwa lainnya seperti Macaca tonkeana atau monyet hitam sulawesi, tupai, dan kuskus. Jenis anggrek juga sangat beragam seperti Bulbophyllum incilabrum, B.guttatum, Eria hyancithoides, Phaius takervillae, dan Renanthera elongate. Dengan kondisi hutan masih alami, berbagai jenis rotan dapat ditemukan disini seperti Calamus didynocarpus, Calamus inops, Calamus scleracanthus, Calamus minahasae dan Calamus shyphonospanthus.

Di Danau Tambing juga terdapat orchidarium yang di dalamnya terdapat koleksi jenis anggrek sekitar 30 jenis. Terdapat banyak jenis flora yang unik dan endemik di sekitar Telaga Tambing, setidaknya 5 jenis kantong semar yaitu Nepenthes pitopangii, N. nigra, N. maxima, N. tentaculata dan N. mirabilis. Nepenthes pitopangii merupakan spesies endemik TN Lore Lindu.

5. Fishing

Luas telaga ± 5 Ha, merupakan spot yang menarik untuk aktifitas memancing masyarakat sekitar biasanya memanfaatkan spot tersebut untuk kegiatan memancing.

Fasilitas

Pondok wisata, pos jaga karcis, pusat informasi, mushola, pondok pengamatan, jalan bersemen menuju telaga, baruga, gazebo, fasilitas MCK, jalan setapak keliling danau, alat komunikasi dan penyelamatan (SAR), Dermaga, tempat memancing, papan informasi.

Tiket

Diberlakukan pemungutan tiket PNBP sesuai dengan peraturan yang berlaku.













Comments

Popular posts from this blog

Profil Penulis

LETAK KAWASAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU